Rabu, 12 Mei 2010

lili si gadis bunga.. (bab 4)

pagi itu roy berencana akan mengikuti lili dan jodi pergi,
roy mengajak tedy bersamanya
perasaan roy benar-benar kacau, roy benar-benar khawatir sama lili..

tedy memakirkan mobil roy di depan gang rumah lili..
roy melihat lili dan jodi keluar dari gang menaiki sepeda motor

"siaaaal!"

mood roy hancur lebur, roy kesal melihat jodi membonceng lili!

"tedy kejar mereka cepet!"

"iya bawel!"

tedy menyalakan mobil dan menggas mobil perlahan..

perasaan roy semakin kacau

"kau kenapa roy? daritadi panik banget tuh muka" tanya tedy

"aku khawatir sama lili! aku takut dia kenapa-napa"

"gak salah denger? mana pernah kau peduli sama cewek kayak lili apalagi dia kan bukan kelas kau, penjual bunga gitu"

"terus kenapa kalo dia penjual bunga? salah apa kalau aku sayang sama dia? aku gak peduli kok siapapun dia"

tedy makin heran dengan tingkah roy yang berumah 1000 derajat
dulu mana pernah roy sebegini kawatirnya sama cewek, cuma penjual bunga lagi!
gak masuk akal..

"ehh ted berenti! dia si jodi ngapain ngajak lili ke rumah tua gak keurus gini lagi? aah pasti ada apa-apa"

"aku rasa juga gitu roy!"

roy keluar dari mobil, ia menghampiri lili dan jodi di dalam rumah tua itu

"jod, ini rumah siapa?"

"ada deh,"

"loh kok? ahh aku mau pulang jod"

"gak!"

"jangan macem-macem kamu jod!"

"aku gak akan macem-macem sayang"

sambil mencoel wajah lili

"TOLOOOOOOOONG!!!!!!!!" triak lili

"sayang, mau kau teriak sekencang apapun tidak akan ada yang menolong mu disini hahaha"

"licik kamu jod!"

"BRAAAAAAAAAAK!"

suara pintu itu menghentikan langkah jodi
jodi keluar kamar ia melihat roy dengan wajah penuh kesal

"mana lili?" tanya roy

"kau gak berhak tau!"

"maksud nya?"

"heh lili itu udah jadi milik aku!"

"DUUUK!" pukulan hangat tangan roy melayang ke wajah jodi hingga hidung nya berdarah

"mau lagi kau?" tanya roy

"DUUUK! roy memukul wajah jodi lagi hingga mata dan pipinya bengkak

jodi pingsan tak sadarkan diri, roy masuk ke dalam rumah
memasuki kamar demi kamar

"li.... lili... kamu dimana li?"

terdengar suara tangisan di sudut ruangan
roy segera mengampirinya

"lili?"

"roy!"

lili menghampiri roy lalu memeluk roy

"a...aaku takut roy" ucap lili sambil menangis

roy mengusap air mata lili

"kamu jangan takut yaa, ada aku disini aku kan udah bilang aku bakal jagain kamu dan gak akan biarin si jodi atau siapapun nyakitin kamu"

"roy, makasih maafin aku kemaren aku sempet ngeyel pas kamu bilangin"

"iya lili gakpapa lain kali hati-hati yaa, aku janji aku bakal ada di samping kamu terus buat jagain kamu aku juga gak mau kamu kenapa-napa aku takut li.."

lili tersenyum pada roy

"makasih banyak roy"

roy mengajak lili keluar dari rumah itu,
tak dilepasnya rangkulannya pada lili..
sampai masuk kedalam mobil,
mereka pergi dari tempat itu sebelum akhirnya polisi datang untuk menangkap jodi yang ternyata adalah seorang buronan polisi..

risa melinda ♥

lili si gadis bunga.. (bab 3)

pagi itu roy berjalan menuju rumah lili,
sesampainya dirumah lili, lili menyambut roy dengan senyumannya yang manis

"hei roy sudah siap?" tanya lili

"iya aku siap" jawab roy semangat

hari itu roy berencana membantu lili mengantarkan pesanan bunga ke pelanggan,
roy membonceng lili dengan sepedanya
tak biasanya roy naik sepeda, tapi untuk lili semua itu rela roy lakukan..

"hai bu, ini bunga pesananmu aku hias hingga cantik seperti yang kau inginkan"

"indah sekali bunga ini manis terimakasih"

roy kembali menelusuri jalan bersama lili sambil bersenda gurau dengannya
roy merasa sangat bahagia saat berada di samping lili seperti saat ini..

"roy, kau lelah?"

"tidak, aku takkan lelah"

"hahaha aku tahu kau lelah roy"

lili mengulurkan sebuah botol minuman ke arah roy..
roy mengambilnya dengan tersenyum

"makasih ya li"

"iya roy"

rumah demi rumah roy lalui bersama lili sambil mengantarkan pesanan
roy sangat lelah tapi ia sangat bahagia, roy merasa tak ingin pulang kerumah dan ingin terus mengantar lili mengantar bunganya kepada para pelanggan..

"hai gadis bunga" sapa anak lelaki

"jodi?"

"kau lili? apakabar li?"

"baik, kau jod?"

"me too"

"oia jod, kenalkan ia teman ku namanya roy"

roy menjabat tangan jody dan mencengkramnya dengan kerass..

"roy"

"jjjj....ooo..ddiii"

"kamu kenapa jod?" tanya lili saat melihat wajah jodi yang memelas kesakitan karena tangannya kesakitan

"engga papa kok li, eh besok jalan yuk li" tanya jodi

"gak bisa gak bisa, besok aku yang jalan sama lili" sela roy

"aku tanya lili bukan kau!" bentaknya

"sudahlaah, besok aku diantar sama jodi aja ya roy, aku gak tega kalau kamu harus capek karena nganterin aku terus setiap hari"

"enggak! aku gak capek li aku senang"

"halah udah lili bilang besok aku yang nganter" ucap jodi dengan senyum licik

sial!
roy tak tahan melihat lelaki itu,

"kalau tidak karena lili akan ku pukul wajahnya hingga berdarah!" ucap roy dalam hati

roy mengepal tangannya dan menarik nafas dalam-dalam lalu melepaskan kepalannya perlahan,
hoshhh..

"li, udah sore ayo kita pulang, kak rose pasti nunggu kamu dirumah" sela roy

"yuk! jod pulang duluan ya?"

"hati-hati yaa kayaknya roy bukan cowok baik-baik" ucap jodi sambil melirik jutek pada roy

"sialan kau! awas sampe ketemu nanti!"

"roy! sudah sudah"

lili menggandeng tangan roy
lili dan roy menuju ke arah sepeda dan beranjak pulang

"roy, kamu kenapa sih sama jodi?"

"gak papa kok, aku kesel aja sama dia kenapa sih tadi pake acara ketemu dia segala"

"yaampun roy aku juga gak tau kenapa tadi bisa ketemu mungkin hanya kebetulan"

"iya iya aku tau! tapi kenapa kamu besok harus di antar dia? kenapa gak sama aku aja! aku yakin dia cowok gak bener!"

"husssh! jangan asal nuduh gak baik ahh, yaa aku gak mau kamu capek roy"

"kamu belum pulih lili, aku mau jagain kamu"

lili menyentuh pundak roy
"roy, percaya sama aku aku gak akan kenapa-napa kok, dan dia gak akan macem-macem percaya deh sama aku"

"hmmm.. terserah kamu tapi liat aja sampe kamu kenapa-napa aku abisin dia!"

"iya roy aku janji aku gak akan kenapa-napa kok"

roy menghela nafas dalam-dalam,
ia tahan emosi nya agar tidak meluap..

roy menengok ke belakang, ke arah lili,
lili tersenyum pada roy,
amarah roy pun hilang seketika,
dipikiran roy saat ini adalah

"aku tak ingin sesuatu terjadi pada lili,aku ingin dia baik-baik saja seperti sekarang.."

TO BE CONTINUED..

risa melinda ♥

lili si gadis bunga.. (bab 2)

gadis manis itu kini beranjak dewasa,
wajahnya begitu cantik,
hidungnya mancung,
rambutnya hitam mengkilau..

"kak rose, hati-hati ya dirumah! aku mau mengantar pesanan bunga untuk ibu melly"

"iya lili sayang, kamu juga hati-hati dijalan"

lili bergegas pergi kerumah bu melly untuk mengantar se ikat bunga mawar merah pesanan bu melly,
ia mulai mengayuh sepedanya dan membonceng sekeranjang bunga pesanan..

di jalan ia senantiasa memberi sebuah senyuman ramah kepada orang-orang di sekitarnya, sebagaimana rose dulu..

"cantik nya gadis itu"
ucap seorang anak laki-laki sepantar lili..

"roy! gila! bicara apa kau barusan? baru pertama kali aku mendengarnya" tanya tedy sahabat kecilnya

roy adalah anak seorang saudagar kaya di kota tersebut,
ia begitu mempesona..
wajahnya tampan
kulitnya putih dan termasuk anak-anak elit

baru pertama kali roy mengatakan seorang gadis "cantik"
tak pernah seumur hidup tedy mendengar kata "gadis itu cantik" terlontar dari bibir roy..

suatu hari mobil roy menabrak sepeda,
dengan kesalnya roy keluar dari mobil.

"hey bodoh kau! apa kau tak lihat di depan mu ada mobil? kalau mobilku ini sampai lecet apa kau bisa membayar biaya untuk ke bengkel?" ucap roy kasar

gadis itu tak menjawab apa-apa..

"hey bangun kau!" roy menyentak gadis itu dengan nada marah
di goyangkan badan gadis itu dan ia balik

"tii...tiii..tiidak mungkin!"

betapa terkejutnya roy ketika melihat gadis yang ia cintai itu berlumuran darah dengan tubuhnya lemas dan bunga yang ia bawa berceceran di jalan..
roy menggendong lili dan membawa lili masuk kedalam mobilnya..

roy begitu terlihat cemas wajahnya memucat ia merasa bersalah karena sudah membuat lili kritis..

"dok, bagaimana keadaannya?"

"kritis!, ia butuh donor darah secepatnya!"

"golongan darahnya apa dok?"

"golongan darah lili AB, kebetulan stok darah golongan AB habis"

"dok! ambil darah saya untuk dia, golongan darah saya AB!"

"anda bersedia?"

"sangat bersedia"

rose datang ke rumah sakit, dengan panik ia menghampiri tubuh peri kecilnya yang sudah tak berdaya

"lili sayang, bangun lah"

"lili? namanya lili?"

rose menengok ke arah suara itu berasal

"siapa kau?" tanya rose

"aku roy, kau siapa?"

"roy, apa yang terjadi dengan lili? kau apakan dia?" hentak rose
bibirnya bergetar air matanya pun mengalir membasahi wajah rose

"rose, maafkan aku, aku yg membuat lili seperti ini aku tau aku salah, tolong maafkan aku rose" sesal roy

"semua sudah terlanjur roy, aku tidak marah padamu, aku yakin lili pasti sembuh" ucap rose sambil tersenyum

hari demi hari berlalu,
tak lelahnya roy menjaga lili dengan sabar hingga suatu ketika lili sadarkan diri..

"li?"

"kamu siapa? tau darimana kau kalau namaku lili?" tanya lili lemas

"aku roy, aku tau dari rose, kau baik-baik saja li?"

"iya, tapi badanku masih agak lemas"

"hmm.. lili maaf aku yang membuatmu terbaring disini"

"roy, jangan berkata seperti itu, aku tidak apa-apa kok"

"li, salam kenal ya"

"iya roy"

hari kian berlalu banyak hal yang mereka berdua lalui..

"tuhan jangan jauhkan lili dari sisiku, karena sesungguhnya aku tak sanggup ia jauh karena aku sangat mencintainya"

TO BE CONTINUED.......


risa melinda ♥

Selasa, 04 Mei 2010

lili sayang, aku adalah sahabatmu.. (bab 1)

hari itu cerah,
awan pun terlihat seputih kapas..
burung-burung terlihat terbang penuh gembira di langit biru..

ku lihat wanita itu mengayuh sepedanya dengan membawa sekeranjang mawar merah,
dengan senyumnya iya menyapa ramah orang di sekitarnya..

"hai bu, apa kau tertarik untuk membeli bunga ku?" tanya gadis itu kepada seorang wanita tua

"ya tentu, bunga mu sangat indah seindah senyum mu gadis manis"

"terimakasih"


jalan demi jalan ia lalui dengan sepedanya sambil menawarkan bunga mawarnya kepada orang-orang di sekitarnya..
ia adalah rose..
gadis cantik yang ramah,
ia selalu memberi sebuah warna indah di setiap langkah dan senyum yang ia berikan..

suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis kecil yang menangis di tengah jalan..
gadis kecil itu menunduk menangis,
wajah nya kumal,
bajunya pun tak layak pakai,
tangan dan kakinya memar seperti habis dipukuli dengan benda tumpul,

dihampirinya gadis kecil itu..

"hai anak manis, ada apa denganmu?"

gadis kecil menoleh kearah rose..

"kau siapa?" tanya gadis itu

"aku rose, kau siapa?"

"aku lili" jawab anak itu singkat

"lili, mengapa kau menagis seperti ini? dan mengapa sekujur badanmu memar seperti ini?" tanya rose

"aku tidak apa-apa kok, aku hanya...."

"lili manis jika kau punya masalah ceritakan lah kepadaku siapa tahu aku bisa bantu, hmm.. itupun kalau kau mau dan tidak keberatan" ucap rose sambil tersenyum pada lili

"a..aku hanya ingin hidupku seperti anak lain, seperti anak-anak yang selalu mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, anak-anak yang bebas bermain bukan bekerja seperti aku"

"kau bekerja? bekerja apa?"

"setiap hari aku mengemis, dari bus ke bus aku naiki untuk mendapatkan selembar uang dan melahap sesuap nasi"

"mengapa kau melakukan itu semua? dimana orang tuamu??"

"sejak aku masih bayi aku sudah di rawat di panti asuhan, setelah itu aku di adopsi oleh sepasang suami istri yang kaya raya, namun aku diperlakukan seperti pembantu dirumah itu, akupun tak tahan aku melarikan diri dan akhirnya aku di jadikan pengemis oleh laki-laki jahat, jika aku tak mendapatkan uang hari itu maka ia akan menyiksaku dengan kejam"

"lili sayang, malang sekali nasib mu, bersabarlah sayang tuhan selalu disisimu teruslah kau berdoa padanya, aku yakin suatu hari nanti kau akan hidup bahagia"

"kau yakin rose?" tanya lili dengan pandangan penuh harap

"ya! aku pernah merasakannya dulu, kau adalah gadis kecil yang kuat, aku bangga denganmu jangan menangis lagi ya? aku ada untukmu"

"kau? ada untukku?"

"iya, mulai sekarang kau adalah sahabatku"

"ini bukan mimpi?"

"ini kenyataan sayang"

lili tersenyum pada rose,
rose memeluk lili dan menghapus air mata gadis kecil itu..

"rose, jadilah sahabatku, jadilah periku yang selalu menemaniku setiap hari dikala aku butuh seseorang untuk menhapus air mata dan tertawa bersamaku saat aku bahagia, janji?"

"iya,aku janji lili, kau juga akan menjadi peri kecilku yang manis selamanya sayang" ucap rose lembut



creative by:
risa melinda ♥

Minggu, 02 Mei 2010

i love you too rasi..

hari itu kubuka mataku perlahan..
kulihat kau tertidur dengan pulasnya di sebelah tempat tidurku..
ku usap wajahmu perlahan..
ku pandangi kau dengan tatapan sayang ku padamu..

"pangeranku..."

ia pun terbangun dari tidurnya..

"lin, kamu udah bangun??"

"iya, kamu ngapain disini? enggak pulang?"


"enggak ah, aku mau sama kamu aja disini"

aku menatap wajahnya dan tersenyum padanya
tangannya meraih pipi ku dan mengusap pipiku lembut..

"lin, i love you, please jgn tinggalin aku ya!"

"i love you too si, iya aku gak akan kemana-mana kok"

hari itu kau mengajaku berjalan-jalan keliling rumah sakit dengan kursi rodaku..
ini adalah pertama kalinya kita berdua, walaupun kita tidak bisa bergandengan tapi aku senang karena aku sekarang berada di samping mu..

"lin, kata dokter tadi kamu besok udah boleh pulang" ucapnya bahagia

"asik! aku seneng dengernya!"

"aku apalagi lin! aku janji deh aku bakal ngerawat kamu setiap hari sampe kamu sembuh"

"yaampun si, aku gak mau ngerepotin kamu aah!"

"enggak tau, aku malah seneng soalnya kan aku jadi bisa deket sama kamu terus lin"


dasar rasi!
inilah dia selalu nyuri kesempatan dalam kesempitan..
tapi engga papa kok aku juga seneng bisa berdua sama rasi terus :)

sepulang nya aku dari rumah sakit..
aku benar-benar melihat perubahan sikap rasi padaku,
ia tidak malu-malu lagi padaku bahkan kami berdua jadi semakin dekat..

"lin aku punya hadiah buat kamu"

"hadiah? hadiah apa?"

ia memberi sebuah boneka teddy bear dengan tulisan "i love you" di boneka itu

"kamu suka gak lin?"

"enggak aku gak suka sama boneka ini"


"loh kenapa??"


"soalnya aku sukanya sama yang ngasih bukan sama boneka ini!"

rasi tersenyum padaku..

"kita jadian yuk lin???"

"gak ah!"


"ihhhh kamu ngeselin banget tadi katanya sayang sama aku"

"iya aku gak mau, GAK MAU NOLAK KAMU MAKSUDNYA"

"dasar kamu lin! hahaha"

ia mencium keningku dengan penuh rasa sayang..

"I LOVE YOU LINDAKU"

"I LOVE YOU TOO RASIKU"



creative by:

risa melinda ♥

Selasa, 27 April 2010

prince, penyesalanku..

hari itu aku bermaksud untuk menjenguk mu di rumah sakit..
aku berlari menelusuri jalan ke arah rumah sakit karena aku takut terlambat datang..
aku takut sesampainya nanti aku di rumah sakit kau sudah tiada..
aaaaaaah! ini semua memang salahku!
aku bodoh telah menyiakanmu,
menganggap kau tak ada dalam hidupku..

sesampainya aku di rumah sakit, aku segera bertanya kepada suster yang berjalan di hadapanku

"
sus, maaf saya mau tanya"


"iya, ada apa yaa?"

"pasien kecelakaan seminggu yang lalu diruang apa ya sus?"

"nona linda??"

"iya sus! dimana ruangannya?"

"oh anda lurus lalu belok kanan, ruang mawar nomer 18"

"ohh, terimakasih sus"


aku segera berlari keruangan itu untuk menemui mu dan melihat bagaimana keadaanmu..
aku membuka pintu perlahan,
aku melihat seorang wanita cantik yang ku cintai sedang terbaring di atas kasur disudut kamar dengan wajah pucat dan selang-selang yang mengelilingi tubuhnya...

aku lemas tak berdaya melihat keadaannya sekarang, aku sungguh menyesal!
seandainya aku mengantarnya pulang pasti tak begini jadinya,
ini semua karena sifat malu ku sifat ku yang menjijikan!
aku selalu malu malu dan malu saja, ahhh..

"tuhan! aku menyesal, tolong bangunkan dia dari matinya aku berjanji akan berubah untukknya" ucapku

aku meraih tangannya dan kucium perlahan..

"lin, bangun. aku ada di sebelah mu sekarang"

air mataku menetes aku tak sanggup melihatnya seperti ini aku bodoh! bodoh! bodoh!

"sudah berapa hari kau terbaring disini? mengapa aku baru tahu sekarang??" tanyaku pada linda

aku menunduk, menangis penuh penyesalan..
aku tahu betapa sakitnya nanti jika kau tak bisa bertahan, sudah seminggu lebih kau terbaring koma disini, dengan kondisi yang kritis aku khawatir aku takut kehilanganmu..

aku tidak melepaskan tanganmu dari genggamanku, kecupanku pun masih menempel di tanganmu..

"lin, maaf kan aku, aku memang bodoh aku tak pernah memikirkan perasaanmu aku egois aku hanya mementingkan rasa malu yang melekat dalam diriku ini, tapi sebenarnya aku tahu kau peduli denganku, dengan perasaanku tidak seperti aku!
aku juga tahu setiap hari kau memperhatikanku dari jauh kau berharap aku lewat dihadapanku dan menegurmu tapi aku hanya berjanji dan berjanji kalau aku akan berani tapi aku tahu aku hanya mengeluarkan omongan kosong padamu.
hingga akhirnya pada suatu hari sepulang sekolah hanya tinggal aku, kau dan ray. kau menunggu supirmu datang ke sekolah, namun ternyata ia tak bisa menjemputmu hari itu, sedangkan aku membawa motor ku tapi karna aku malu aku sama sekali tak mempedulikan kamu, dan akhirnya kamu pulang sama ray! aku tahu dia adalah pembalap liar yang suka kebut-kebutan, aku udah khawatir perasaanku tidak enak dan ternyata perasaanku benar-benar terjadi, ray menabrak sebuah mobil dan kau terpental, ray selamat tapi, kau?? ahhh aku bodoh sekali aku benar-benar menyesal!"
sesalku

aku tahu percuma saja aku menangis di depanmu karena semua memang telah terjadi aku hanya bisa berdoa dan pasrah sekarang...

"pa..pa..pangeran"

aku kaget mendengar suara itu..
itu adalah panggilan kesayangannya untukku..
aku langsung mengusap air mataku

"linda, kamu udah sadar??" tanyaku bahagia

"kau disini? disampingku?" tanyanya padaku

"ya! tentu, aku menunggumu disini aku tak ingin pergi dari sisimu 1 detik pun. aku ingin berada di sampingmu setiap detik yang aku lalui"

"kau tidak malu berada di sampingku dan berbicara padaku?" tanyanya

aku tak tahu harus menjawab apa, aku bingung..

"eeengg..enggak kok aku berani. kan aku udah janji mau berani"

"aku senang dengernya, semoga aja benar kau tidak malu lagi" ucapnya lembut

"lin, maafin aku yaa, gara-gara sifat egois aku yang cuma mikirin diri aku sendiri kamu jadi kayak gini tapi aku sebenernya tadinya mau nganterin kamu cuma aku ga berani buat ngajak kamunya aku..."

"aku tau, aku mendengar semua perkataanmu tadi. aku tidak marah padamu" selanya

aku diam tak bicara apapun lagi..

"lin,boleh aku mengatakan sesuatu padamu lin?"

"apa?"

"hmm.. aku ga mau kamu pergi, kamu jgn kemana-mana ya? sama aku aja disini"

"iya pangeran" jawabnya sambil tersenyum

aku senang sudah bisa melihatnya tersenyum walaupun ia masih dalam keadaan lemas

"lin, aku sa..."

"sssssst... i know you love me prince, i love you too prince"

aku mencium keningnya, aku begitu menyayangi dia lebih dari yang ia tahu..
aku berjanji dan bersungguh-sungguh dalam hatiku, aku takkan mengecewakannya lagi dan membuang rasa maluku jauh-jauh demi dia..
my princess :)


creative by:

risa melinda ♥

Rabu, 21 April 2010

penantian kosong..

Tuhan,
salahkah hati ini telah mencintainya?
salahkah bila hatiku ini ingin memilikinya?

aku tak bisa berbohong dengan hatiku..
lain dengan mulutku yang selalu berbohong dengan hatiku..
aku senang bila bisa melihatnya dari dekat walalupun aku malu..

Tuhan,
aku tak ingin seperti ini terus..
aku mencintai dia tuhan..
tapi
aku tak pernah bisa untuk menggapainya dan berada dalam pelukannya,
pelukan hangatnya seperti yang ku impikan..

aku selalu berusaha semampuku agar aku berani menegurnya, menyapanya bahkan berbicara dengannya..
tapi sayang, usahaku selalu gagal..
sikap dingin dan tak peduli nya membuatku menyerah..
aku tak tahu apa yg harus aku lakukan sekarang..
aku ingin membuat dia bahagia..
tapi, nyatanya itu tak pernah bisa..

aku hanya seorang wanita yang bodoh, yang selalu mengharapkan suatu hal yang tak mungkin..
tapi apa aku salah bila aku mengharapkannya berada di sebelahku setiap detik??

oh Tuhan,
aku tak bisa menahan tangisku
aku lelah dengan semua ini,
aku bertahan dalam tubuh yang goyah..
dalam hati yang hancur
dalam air mata yang berjatuhan..

apa aku bisa melakukan semua ini seterusnya?
tidak tuhan!
aku tidak bisa, aku bukan seorang yang kuat..
aku lemah,aku lemah karenanya yang selalu berjanji akan sebuah penantian dan ternyata itu adalah penantian kosong :'(



creative by:
risa melinda ♥